Contoh Cerpen Sedih Banget Bikin Nangis Tentang Ayah

Contoh Cerpen Sedih Banget Bikin Nangis Tentang Ayah – Semua orang yang lahir di dunia ini pasti memiliki seorang ayah. Ayah merupakan sosok yang sangat kuat di dalam keluarga, walaupun dia bukanlah yang melahirkan kita namun jasa dan perjuangannya bisa memberikan kisah sedih yang mungkin bisa membuatmu menangis terharu melihat contoh cerpen sedih dibawah.

Contoh cerpen sedih dibawah ini akan menceritakan kisah ayah dan anaknya yang pastinya bisa membuat mu menangis dan terharu. Contoh cerpen dibawah ini dibuat khusus spesial untuk memperingati hari ayah yang jatuh pada tanggal 12 November.

Contoh Cerpen Sedih Banget Bikin Nangis Terharu Tentang Ayah

Judul : Dad, How Are Yout Today ?

Oleh : Ana Sue

Pa, apakah untuk menjadi kuat, aku harus menanggung semua beban ini? Berpura-pura ikhlas menerima keadaan sedang dalam hati ini, aku benar-benar terluka. Pa, mengapa … kehidupan ini tak semulus yang kupikirkan. Seandainya saja, aku tak pernah menjadi besar, aku tak perlu merasakan pedih dalam menjalani hidup. Merasakan sakit di setiap langkah yang kulalui, tertatih-tatih.

Pa … sinar mentari masih sama seperti dulu, menghangatkan perasaan yang mulai membeku. Apa kabarmu hari ini, Pa?

Masih terlalu pagi, untuk memikirkan hal-hal yang terlalu berat. Aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan di saat diriku terbangun pada waktu yang sama di hari yang selalu berganti. Aku hanya merasa, sebuah beban di hati menanti. Dadaku terasa sesak, menahan gelisah dan isak yang tak tahu ke mana harus kuluapkan. Ke mana?

Ruangan ini, yang seharusnya kusebut sebagai kamar, dengan ukuran yang benar-benar tak layak, membuatku kembali berpikir … kenapa aku harus terbangun. Seandainya saja aku tak perlu terbangun, tak perlu membuka kedua mataku, merasakan detak yang mengalir dalam aliran darah, tentu … aku tak akan merasakannya. Pengap, sempit, sesak, dengan debu-debu yang berada di setiap sisi—menyapu meja, lemari, dan lantai. Perlahan aku bangkit turun dari tempat tidur usang yang belum tergantikan, entah sudah berapa tahun lamanya.

BACA :  Contoh Narrative Text Fable Singkat Dan Generic Structure

Terasa bau lembab menyeruak, mengusik bulu-bulu halus di dalam hidung. Ah, urung niatku untuk mengerjakan sesuatu. Aku kembali terduduk, dengan satu kaki kuangkat dan kuletakkan di atas ranjang, kubiarkan kepalaku bertopang di atas dengkul, menatap ke arah lantai—tak jauh dari tempatku berada. Sosok tua dan renta itu, masih memunggungiku dan tertidur dengan lelap.

“Pa …,” ujarku lirih selirih nada sumbang dari lagu kepedihan. Terlihat bahunya naik turun menarik napas. Aku tahu, ia sangat lelah, aku bisa apa? Baju putih yang tak lagi menampakkan warna aslinya, sedikit kusam, karena hanya beberapa potong pakaian yang ia miliki. Seharusnya, aku mampu membelikan sesuatu untuk sosok tua dan renta yang terbaring dengan damai di alam mimpi itu.

Kali ini aku benar-benar bangkit dan berdiri dari tempat tidur, menghampirinya, kemudian berjongkok di belakang tubuhnya—berusaha untuk tak membangunkan. Kedua tanganku bergetar ketika hendak menyentuh bahunya. Rupanya ia sedikit terusik dengan keberadaanku, ia berbalik dan tiba-tiba kedua matanya terbuka, dari bibirnya yang keriput ia menyunggingkan seulas senyum dengan tatapan yang hangat dan berbinar. “Sudah bangun?” tanyanya.

“Pa, apa Papa sudah lapar?”

Contoh cerpen sedih ini masih berlanjut. Ia menggeleng dan berusaha bangkit untuk duduk dari tilam yang memberinya alas untuk tidur. Sudah berapa kali kukatakan, jangan tidur di atas lantai beralaskan tilam, tubuh kurus dan rentanya pasti akan mudah sakit, tapi … ia tetap saja tak menggubris kata-kataku. Meski ada sebuah kasur kapuk tua, ia tetap tak mau memakainya sebagai alas tidur. Aku belum bisa memberikan sebuah dipan jati berusia ratusan tahun dengan ukiran menawan di setiap sisi, karena … aku memang belum memiliki kemampuan. Saat ini, hatiku masih terbebani rasa sakit dan kecewa oleh seseorang yang seharusnya kusebut mama, yang meninggalkan papa saat keadaan kami jatuh.

BACA :  Contoh Cerpen Tentang Cinta Dalam Hati

Ia meninggalkan kami, hanya karena tak ingin merasakan beban hati yang kemudian dilimpahkan kepadaku dan pria renta itu—papa. “Belum lapar, semalam … bukankah kita makan nasi goreng? Beberapa sendok nasi goreng, mampu membuatku bertahan hidup selama beberapa hari sampai kau membawakan makanan di hari berikutnya.” Mata itu, ya, mata itu membuatku merasa bersalah. Pa, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Tatapan itu membuatku semakin sakit, dadaku semakin sakit dan kerongkonganku tercekat menahan sesuatu yang tak ingin kuluapkan.

“Seandainya aku bisa membelikanmu makanan terlezat di dunia, pasti akan kulakukan. Tapi saat ini ….” Aku terdiam, tak mampu berkata lebih. Aku tahu berapa jumlah uang yang kini berada di dalam dompet, tak lebih dari 10 sen.

“Seandainya kau mendapatkan makanan terlezat di dunia, maka … makanlah lebih dulu. Aku sudah tua, Tuhan akan memanggilku sewaktu-waktu, jadi aku tak butuh makanan itu. Kau lebih membutuhkannya, karena kau masih muda. Jangan kau jadikan beban di hati, hanya karena tanggungjawab yang bukan milikmu. Aku—tubuhku, nyawaku, segalanya milikku—adalah tanggungjawab diriku. Kau harus kuat. “ Ia mengusap kepalaku dengan lembut.

Entah kenapa, aku seolah melihat sinar matahari yang hangat di dalam kedua bola matanya, padahal saat itu cuaca sedang gelap dan mendung di luar.

Pa, apakah hidup harus selalu seperti ini? Aku hanya ingin membuatmu tersenyum lepas, melupakan semua kenangan masa lalu yang membuatmu terpuruk. Aku hanya ingin membuatmu bisa merasakan nikmatnya makanan yang sesungguhnya, bukan sekedar gorengan dingin yang kudapatkan sisa dari rumah makan sebelah, atau roti yang sudah agak keras karena masa kadaluarsa telah lewat satu hari sebelumnya.

BACA :  Contoh Cerpen Cinta Seorang Wanita Yang Dipaksa Menikah

Ah, sampai kapan? Apa aku harus menunggu sampai beberapa lukisan yang kubuat terjual, lalu hasilnya kugunakan bertahan hidup selama berbulan-bulan, dan mengisi perutnya dengan menunggu kalimat ‘lapar’ terlontar dari mulutnya? Ia tak akan melakukannya, jika bukan aku yang bertanya, karena ia tak ingin agar aku tahu, betapa ia tak mau membuatku khawatir. Aku bisa membunuhnya dengan keadaan seperti ini, dan aku tak mau itu terjadi.

“Mengapa beban di hati ini, tak pernah usai? Terlalu—“

“Berat?”

“Jika ada kata yang lebih dari sekedar berat, maka itu yang akan kuucapkan.”

“Hanya sebuah beban, bukan kematian yang kau hadapi.”

“Beban adalah jalan menuju ajal, itu bagiku, Pa.”

“Beban adalah sebuah awal dari keajaiban yang kau tak pernah tahu apa dan kapan kau dapatkan.”

“Iya. Pa, hatiku sakit karena—“

“Karena beban? Lupakan dan nikmati hidup.”

“Baiklah, kita nikmati hari ini, bagaimana kabarmu hari ini, Pa?”

Papa tersenyum, entah kenapa senyumannya membuatku ingin menangis meraung dan memeluknya erat. Entah kenapa … aku sendiri tak paham. Aku hanya berharap, hari ini terlewati, lalu uang 10 sen itu berubah menjadi ribuan dollar, setelahnya aku ingin membuatnya berkata, ‘Aku baik-baik saja, sampai 1000 tahun ke depan.’

Pa, how are you today?

Nah di akhir contoh cerpen sedih ini pasti ada kata – kata yang bisa membuat kalian menangis.

Demikianlah diatas contoh cerpen sedih tentang ayah yang pastinya sedih banget dan bisa membuat terharu bagi siapa saja yang membacanya. Jika ada yang merasa dirugikan dalam cerpen ini bisa menghubungi kami dengan halam Contact Us dibawah. Ingin membaca kumpulan contoh – contoh cerpen sedih lainnya tentang ibu ataupun ayah yang bisa buat kamu nagis ? Tunggu di artikel selanjutnya.