Contoh Cerpen Lucu Tentang Reuni Sekolah

Contoh Cerpen Lucu Tentang Reuni Sekolah – Di sekolah pastinya kita memiliki teman, sahabat, pacar atau bahkan mantan pacar sekalipun. Banyak hal – hal yang tak terlupakan tentang masa masa indah di sekolah. Setelah lulus pastinya banyak yang mengenang masa saat masih di sekolah dan menginginkan adanya sebuah reuni. Dibawah ini adalah salah satu contoh cerpen lucu yang berkisah tentang reuni di sekolah antar sahabat.

Contoh cerpen lucu dibawah ini mungkin juga sedikit mengangkat beberapa kata – kata kasar namun ada lucunya dan juga sedikit membahas mengenai pacar ataupun mantan. Jadi contoh cerpen lucu dibawah ini pastinya patut untuk dibaca saat waktu senggang untuk mengisi waktu luang.

Contoh Cerpen Lucu Banget Tentang Reuni Sekolah

Judul: Reuni Sekolah
Oleh : Muhamad Jufri

“Pokoknya, aku mau putus!” seru Sufyan menatapku tajam.

Aku menjerit sejadi-jadinya. Setelah seenaknya menikmati tiap inchi tubuhku, dia kini minta putus? Sungguh tak punya perasaan!

“Kamu jahat!” makiku.

“Dasar wanita murahan!”

Dia hendak meninggalkanku sambil mengencangkan sabuk celananya. Ini tak bisa dibiarkan. Aku yang masih dalam keadaan lemas ini memegang kakinya untuk mencegah langkahnya.

Dia berhenti. Kukira dia hendak membantuku, tapi kemudian dia malah menendang tanganku. Genggaman pun terlepas. Rasa nyeri ini tak tertahankan.

Aku tak ada pilihan lain. Kuambil batu di dekatku, lalu melemparnya ke arah lelaki bejat itu.

Bletak!

Lemparan batu tepat mengenai kepala belakangnya. Sufyan terhuyung, lalu jatuh.

“Aaah, bangsat!” umpatnya sambil uring-uringan di tanah.

Ini kesempatan. Aku merangkak mendekatinya. Tak peduli pakaian yang setengah terbuka ini kotor. Masa depanku dipertaruhkan. Setelah dekat, aku menghantamkan batu sebesar genggaman tangan berkali-kali ke kepalanya. Darah pun muncrat mengenai wajah.

Aku mengatur napas untuk menenangkan diri. Untuk sesaat aku tersadar, apa yang telah kulakukan? Kutatap Sufyan yang kepalanya berlumuran darah.

“Sufyan,” panggilku sembari menggoyang-goyangkan badannya. Tapi, lelaki itu tak kunjung membuka matanya.

“Sufyan, bangunlah! Kamu mesti tanggung jawab!” isakku.

Sialnya, sekitar kebon sini tak ada siapa-siapa untuk dimintai tolong. Jika pun ada pertolongan, pasti aku yang akan bersalah karena sudah membunuhnya.

BACA :  Contoh Cerpen Tentang Cinta Dalam Hati

“Sufyaaannn!” pekikku.

Dengan langkah malu-malu, aku mendekati sebuah rumah yang lumayan besar. Mobil-mobil dan motor terparkir di situ. Di halaman rumah pun banyak orang-orang. Salah satunya ada yang melihatku.

“Kartika!” panggilnya.

Aku mengenal siapa yang memanggilku itu. Dia adalah Amey, teman SMA-ku delapan tahun yang lalu. Tempat ini tak lain adalah rumahnya. Dia mengenakan setelan gaun pesta warna merah tua. Gadis itu mendekat lalu bercipika-cipiki denganku.

“Tika, akhirnya kamu datang juga. Ayo masuk. Jangan malu-malu,” ajaknya sembari menarik tanganku.

Aku menuruti keinginannya. Halaman rumah disulap menjadi sebuah pesta reuni. Ya, ini adalah reuni teman-teman SMA. Tapi, rupanya hanya sedikit yang datang. Padahal, kendaraan yang terparkir lumayan banyak. Aneh juga.

“Hei, Tika. Apa kabar?” sapa Winda begitu aku mulai bergabung. Kami bersalaman lalu cipika-cipiki. Dia mengenakan setelan rok dan kemana putih.

“Baik-baik saja,” sahutku sambil senyum. Entah mengapa aku merasa asing di sini. Padahal, aku mengenal mereka semua.

“Kehidupan di penjara bagaimana? Aku tak mendengar berita tentangmu lagi setelah kasus itu,” tanya Mariana dengan tatapan sinis padaku.

Dia memang tipe gadis yang kurang ramah dan sok memimpin. Bahkan semasa sekolah dulu, dia menjadi ketua geng cewek yang selalu membuat onar. Aku pun tak luput dari kejahilannya. Tapi untung saja, ada Sufyan yang menolongku.

Ah, sial! Kenapa nama itu kembali muncul di kepalaku? Sudah bertahun-tahun aku melupakan nama dan sosoknya itu, tapi dia tetap muncul lagi. Seakan, hidupku ini sangat tergantung padanya.

“Untungnya aku tidak dipenjara,” sahutku singkat.

Mariana yang sedang memakan kue itu berhenti sejenak, seolah terkejut dengan ucapanku. “Gak dipenjara? Kok bisa? Enak banget membunuh orang tapi nggak dipenjara.”

“Mar, sudah! Ini ajang reuni, jangan bikin masalah. Kita ini udah bukan anak SMA lagi,” sergah Winda membelaku.

Mariana cemberut, lalu pergi mendekati sebuah meja yang berisi makanan. Apapun yang terlihat olehnya akan dimakan. Rupanya, dia tidak berubah, selalu makan banyak jika sedang bad mood.

BACA :  Contoh Cerpen Sedih Banget Bikin Nangis Tentang Ayah

“Kartika,” panggil Amey.

“Iya?”

“Maaf ya sebelumnya, tapi memang bener kata Mariana. Kenapa kamu nggak dipenjara? Lalu kenapa nggak kembali lagi ke sekolah dan malah keluar tanpa kabar?” tanyanya dengan wajah mengiba.

Aku tersenyum sesaat. Amey memang sosok yang peduli. Meskipun begitu, dia tetaplah misterius. Hanya Tuhan dan dia yang tahu apa yang di pikirannya.

“Maaf ya, teman-teman. Waktu itu aku sangat terpukul dan trauma. Tapi untung saja hakim tidak memvonisku karena aku masih di bawah umur. Traumaku bisa parah jika masuk penjara. Jadi, aku memutuskan pindah sekolah saja akibat tak bisa menahan malu, meskipun waktu itu udah kelas tiga.”

Winda tiba-tiba memelukku. Entah apa maksudnya ini. Tapi, aku merasakan kehangatan di sini, walaupun malam.

“Kita ini teman seperjuangan, Tik. Sekolah sama-sama, belajar sama-sama. Kita sangat merasa kehilanganmu waktu itu. Apalagi ketika kamu pindah rumah. Apapun keadaan kamu Tika, kita tetap menerimamu. Jadi jangan merasa kamu malu gitu,” katanya. Aku bisa merasakan tangisannya.

Aku merasa terenyuh mendengarnya. Untuk pertama kalinya aku merasa seperti bangkit lagi. Ucapan Winda terasa meneduhkan.

“Untung saja aku berhasil menemukan alamatmu buat ngasih undangan reuni ini, Tik,” ujar Amey sambil ikut memeluk kami.

“Makasih ya, teman-teman,” sahutku. Pelupuk mata mulai menetes.

Suasana hari ini sudah lama tak kurasakan. Aku mengira jika aku sudah tak dibutuhkan setelah kasus itu. Tapi, ternyata tidak. Aku berteman dengan orang-orang yang tepat.

“Hoy, mau sampai kapan kalian berpelukan begitu kayak Teletubbies? Makanannya masih banyak, nih! Buruan dimakan!” seru Mariana sambil memakan semur daging.

Kami menyudahi pelukannya. Amey dan Winda mengusap air matanya yang meleleh. Aku pun mengikutinya. Rasanya plong sekali setelah memendam kesedihan selama ini.

Aku memang tipe orang yang tak suka menceritakan masalah kepada siapapun, termasuk orangtua. Tapi untuk hal ini, aku akan cerita banyak ke teman-teman. Banyak sekali yang ingin kuketahui setelah delapan tahun tak memberi kabar.

Aku melihat Acha tengah asyik memasak di dekat kolam renang. Sepertinya dia tak terpengaruh suasana hari tadi. Daritadi dia masak melulu. Sepertinya dia kini yang handal.

BACA :  Yel Yel Pramuka Gokil Lucu Bahasa Jawa

“Tika, selamat datang! Ayo dimakan masakanku,” ucap Acha sambil meletakkan sepiring makanan di atas meja. Mungkin itu semacam kari.

Aku tersenyum sambil mencoba memakan masakannya.

“Oh iya, di luar banyak kendaraan parkir, tapi kok yang ada di sini sedikit amat?” tanyaku.

Amey yang tengah memakan masakan tadi tersenyum, “Oh iya, aku lupa. Anak-anak cowok kami undang juga. Kamu tahulah, di antara kami ada yang jadian juga sama anak-anak cowok. Tapi mereka menyebalkan dan tukang selingkuh,” sahutnya.

“Terus?”

“Kami jadikan masakan saja. Lihatlah, yang kamu makan itu dagingnya Sabda,” lanjutnya santai.

Seketika aku muntah. Pantas saja rasa daging ini berbeda pada umumnya. Ternyata, ini daging manusia! Dan manusia itu adalah Sabda yang suka menyontek jawaban dariku.

“Salah, Mey! Itu daging Rifqi mantanku,” sahut Acha masih sambil menumis.

“Bukan, Cha. Ini daging Sabda. Yang kamu tumis itu baru daging Rifqi. Kan aku yang motong-motongnya.”

“Ah, masa sih? Aku yakin yang aku tumis ini dagingnya Sabda. Lihat aja tuh hatinya, kotor banget,” protes Acha.

“Eh, kalian berisik banget!” sahut Mariana, “Mau daging Sabda kek, Rifqi kek, yang penting daging Angga sudah habis kumakan! Mantan memang lebih nikmat menjadi hidangan,” ucapnya santai.

Mereka pun tertawa.

Entah kegilaan apa yang kutemui ini. Mereka berubah menjadi kanibal karena mantan. Ah, apakah aku juga bisa menjadi mereka? Tapi daging Sufyan sudah menjadi tanah dan membusuk. Jika aku bisa memakannya, rasanya apakah akan enak?

Kurasa tidak.

Demikian tadi salah satu contoh cerpen lucu tentang acara reunian sekolah, jika ada yang merasa dirugikan pada artikel ini bisa menghubungi halaman kontak kami dibawah website ini. Terimakasih telah berkunjung dan membaca disini. Jika ingin mencari contoh cerpen lucu lainnya dengan berbagai genre bisa menunggu artikel kami selanjutnya. Tak sabar menunggu contoh cerpen lucu ? Dibawah ini bisa menjadi referensi lainnya.

http://bericontoh.com/contoh-cerpen/ (Tentang cinta di dalam hati)

Share This