Contoh Catatan Kaki Dari Artikel, Buku & Internet

Pada artikel kali ini kita akan membahas apa itu footnote yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah catatan kaki. Sebelum membahas contoh contoh catatan kaki, alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui Apa itu catatan kaki ? Catatan kaki adalah sebuah daftar keterangan khusus yang dimana ditulis pada bagian bawah setiap lembaran akhir pada sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki juga bagian yang sangat penting dalam sebuah penulisan karya tulis, catatan kaki biasanya digunakan pada saat penulisan buku, skripsi, makalah dan beberapa karya tulis lainnya. Sama halnya seperti daftar pustaka, catatan kaki juga memiliki beberapa kesamaan namun lebih spesifik dalam hal menjelaskan sumber dari beberapa bacaan yang telah dikutip.

Catatan kaki biasanya ditulis pada setiap lembar ataupun halaman yang mana sumber tersebut dimuat dalam sebuah karya tulis, ini berbeda dengan daftar pustaka dimana penulisannya yang berada pada diakhir sebuah karya tulis. Salah satu fungsi catatan kaki adalah sebagai bentuk penjelasan tentang sumber kutipan dari sebuah karya tulis.

Jenis – jenis catatan kaki

Ada beberapa macam atau jenis – jenis catatan kaki yang umum digunakan dalam sebuah penulisan pada karya ilmiah, diantaranya :

  • Catatan kaki lengkap, harus ditulis dengan menuliskan nama pengarangnya, judul buku, nama atau nomor seri, jumlah jilid, nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit da nomor halaman.
  • Catatn kaki singkat, sesuai namanya yaitu harus ditulis singkat dan terbagi lagi menjadi 3 yaitu :
    1. Ibid : (Merupakan singkatan dari kata Ibidium yang artinya sama seperti diatas) untuk contoh catatan kaki yang dimana sumbernya sama dengan contoh catatan kaki yang berada tepat diatasnya. Cara penulisannya : dtulis dengan huruf kapital, di garis bawah, diikuti titik dan juga koma dan nomor halaman.
    2. Op.cit : (Merupakan singkatan dari kata opere citato yang artinya adalah dalam karya yang telah dikutip) biasanya digunakan pada catatan kaki dari sumber yang pernah di edit, namun juga telah dimasukan catatan kaki yang berasal dari sumber yang lainnya. Urutan penulisannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
    3. Loc.cit : (Merupakan singkatan dari kata loco citatao yang artinya yang sudah dikutip) sama seperti diatas namun dari halaman yang sama, urutan penulisan : nama pengarang loc.it (tanpa nomor halaman).
BACA :  Contoh Surat Mengundurkan Diri Kerja Yang Baik Dan Sopan

 

Contoh catatan kaki yang baik dan benar

Dalam menulis sebuah catatn kaki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ini bertujuan agar contoh catatan kaki tersebut dapat dimengerti dan menang berguna bagi pembaca. Nah dibawah ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah catatan kaki :

  1. Catatan kaki biasanya dipisahkan oleh garis yang mana panjangnya 14 karakter dari margin kiri dan juga berjarak 4 spasi dari teks.
  2. Catatan kaki harus ditulis dengan berspasi satu.
  3. Harus diberi nomor.
  4. Nomor di catatan kaki harus lebih dari 1 baris dan baris kedua ataupun selanjutnya ditulus seperti teks yang tepat pada margin kiri.
  5. Jika contoh catatan kaki ditulis lebih dari 1 baris maka pada baris kedua ataupun selanjutnya ditulis seperti tepat pada margin kiri.
  6. Jika contoh catatan kaki lebih dari 1 maka jarak keduanya harus sama dengan jarak spasi teks dari catatan kaki kedua.
  7. Dari pinggir kertas yang berada pada bagian bawah, jarak baris terakhir dari catatan kaki harus 3 cm.
  8. Keterangan pada catatan kaki yang terlalu panjang tidak boleh di langkaukan pada halaman selanjutnya, alangkah baiknya potong tulisan asli dapa pada harus memotong sebuah catatan kaki.
  9. Jika terdapat keterangan yang sama terturut, maka cukup ditulis kata ibid daripada harus mengulang keterangan dari catatan kaki.
  10. Namun jika terdapat keterangan yang sama juga namun tidak terurut, maka berikan keterangan [x] [x] yang merupakan nomor keterangan pada keterangan sebelumnya.
  11. Jika ditulis lebih dari 2 orang atau bahkan lebih, maka nama pengarang harus dicantumkan semuanya.
  12. Jika sumber didapat dari Internet, maka penulisannya : Nama depan dan nama belakang penulis, judul artikel, nama situs, alamat atau link situs yang komplit, tanggal kapan artikel tersebut di download.
  13. Jika contoh catatan kaki ditulis lebih dari 2 orang, maka harus ditulis nama pengarang pertama kemudian di belakang nya harus ditulis dkk.
  14. Pangkat atau gelar yang terdapat pada nama pengarang tidak perlu dicantumkan atau ditulis pada catatan kaki.
  15. Judul buku harus ditulis dengan tulisan miring jika ditulis dengan komputer/laptop, namuan diberi garis bawah jika ditulis dengan sebuah mesin ketik.
BACA :  Contoh Press Release Kegiatan Yang Baik Dan Benar

 

Contoh catatan kaki / contoh cara penulisan catatan kaki

Dibawah ini saya berikan beberapa kumpulan contoh catatan kaki yang saya dapatkan dan bersumber dari Internet :

Contoh catatan kaki dari Buku

Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16.

Contoh catatan kaki dari artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal)

Gemala Rabiā€™ah Hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 8.

Contoh catatan kaki artikel dalam sebuah buku (kumpulan karangan)

David Roberts, “Managing Records in Special Formats“, dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria: D.W. Thorpe, 1993), hlm. 387.

Contoh catatan kaki dari Makalah Seminar

Machmoed Effendhie, “Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan”, Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III dan IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm. 14.

Contoh catatan kaki dari Terbitan Pemerintah

Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6.

Contoh catatan kaki Terbitan Organisasi

Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52.

Contoh catatan kaki Lisan

Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta.

Contoh catatan kaki dari Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.)

Erna Handayani dkk., “Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke desentralisasi di P.T. Sari Husada”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28.

Sumber : http://ycgroup.blogspot.co.id/2014/01/catatan-kaki-footnote-dalam-karya-ilmiah.html

Share This